Atlet Pelajar ke Vietnam dan Singapura

DEPDIKNAS, dalam hal ini Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), akan mengirim tiga pecatur nasional berstatus siswa SD ke kejuaraan Catur Junior Asean KU-8 sampai 18 tahun di Vietnam dan ke kejuaraan Catur Pelajar Dunia di Singapura dalam dua bulan ini. Ketiga pecatur nasional itu masing-masing MN Masruri Rahman dari SD Cempaka Baru 12 Pagi, Jakarta, MPW Medina Warda Aulia dari SD Teluk Pucung, Bekasi, dan Sean Winshand Cuhendi dari SDK 6 BPK Penabur, Jakarta. ”Ketiganya akan mengikuti kejuaraan Asean di Vietnam pada 11-20 Juni, selanjutnya menuju Singapura mengikuti kejuaraan pelajar dunia pada 22-31 Juli mendatang,” kata Dirjen Mandikdasmen Suyanto di Jakarta, Rabu (4/6). Pengiriman pecatur ke luar negeri tersebut dimaksudkan untuk pemanasan menjelang Asean Primary School Sport Olympiad (APSSO 2008) yaitu Olimpiade olahraga siswa sekolah dasar tingkat Asean yang ke-2 yang akan berlangsung di Jakarta pada 3-8 November tahun ini. Selain catur, APSSO tahun ini juga akan mempertandingkan cabang lain seperti atletik, sepakbola mini, bulutangkis, dan tenis meja, dan akan diikuti 10 negara Asean yaitu Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Pada APSSO tahun lalu, di cabang catur, Indonesia merebut tiga medali emas melalui Masruri di catur standar perorangan putra, Medina di standar putri, dan satu emas lagi direbut di nomor tim standart yang diperkuat Masruri, Aston Taminsyah, dan Roid Attakatsur. Tentang masa depan para pecatur nasional itu jika mereka sukses dalam kompetisi internasional semacam di APSSO ini, Dirjen Mandikdasmen mengatakan, pecatur yang berstatus siswa SD itu dijamin akan langsung bisa bersekolah di sekolah lanjutan pertama yang mereka suka. ”Mereka boleh memilih SMP mana yang mereka suka untuk melanjutkan sekolahnya, bila ada sekolahan yang tidak mau menerima ia nanti akan saya laporkan ke pak Menteri, kan ini sudah komitmen Menpora memperhatikan karir dan masa depan mereka,” kata Suyanto. Pada acara pertemuan tersebut, ketiga pecatur itu mendapat bantuan berupa masing-masing sebuah laptop untuk sarana berlatih catur serta uang saku untuk berangkat bertanding di luar negeri. ”Dengan laptop ini pecatur ini biar bisa lebih giat berlatih tapi jangan buat main game,” katanya

 

Sumber : http://koni.or.id/index.php/section/news/tag/Berita_olahraga/title

Segera Pudarnya Era Kejayaan Keyboard dan Mouse

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Windows 7 ditargetkan untuk melanjutkan kesuksesan sistem layar sentuh yang sebelumnya dikembangkan oleh rival Microsoft, yaitu iPhone milik Apple. Pengguna Microsoft akan dibiasakan untuk memberikan perintah menggunakan layar sentuh dan tidak lagi menggunakan kombinasi antara keyboard dan mouse konvensional yang telah mendominasi sejak tahun 1970an.

Windows 7 yang dijadwalkan rilis tahun 2010, digunakan sebagai usaha untuk mengejar ketertinggalan Microsoft dari iPhone yang telah meraih berbagai macam kesuksesan dijadwalkan untuk rilis tahun 2010 . Teknologi sentuh sendiri sudah muncul pada berbagai macam alat seperti navigasi satelit, ponsel, dan kendali jarak jauh. Tidak lama lagi kita juga bisa melihat teknologi tersebut pada Blackberry.

pada sebuah konferensi di Canda Minggu ini, Bill Gates mengatakan, “Cara anda berinteraksi dengan sistem akan berubah secara dramatis”. Ia juga menambahkan kalau pengguna komputer masa depan akan berinteraksi dengan mesin mereka dengan suara, pen, dan sentuhan.

Walaupun begitu, beberapa ahli sempat menanyakan seberapa praktis kah jika tidak lagi menggunakan mouse. Mereka juga berpendapat kalau kemampuan mengetik akan diabaikan dan pengguna diharuskan bergerak maju dan secara berulang-ulang mengangkat lengan mereka untuk memanipulasi gambar pada layar.

Menurt seorang analis dari Gartner, perusahaan riset IT, Roberta Cozza, dengan PC anda perlu mengangkat lengan anda setiap saat dan ukuran layar 17 inci akan semakin mempersulit keadaan tersebut.

 

Sumber : http://udaramaya.com/berita/3199/0

Komputer Cerdas Dapat Membaca Sifat, Umur Manusia

Para ilmuwan sedang membuat sistem komputer yang diharapkan dapat mengenali sifat-sifat manusia seperti tingkat emosi dan usia.

Komputer masa kini dapat melakukan apapun selama perhitungan dapat dilakukan, namun mereka tidak melakukannya dengan pendekatan perseorangan dan cenderung terpisah. Namun para insinyur komputer sedang sibuk untuk membuat sesuatu yang berbeda, mereka mencoba memberikan komputer sebuah sentuhan perseorangan untuk membuat interaksi antara manusia dan komputer menjadi lebih alamiah dan bersahabat.

Walaupun kami juga sebelumnya telah memberitakan tentang grup riset dari Universitas Politécnica de Madrid yang juga telah mengembangkan sebuah prototipe aplikasi pembaca emosi, proyek ini memiliki pendekatan yang berbeda dengan menambahkan pengolahan data audio untuk memperbesar tingkat keberhasilan.

Deteksi Emosi
Dengan mengkombinasikan data audio dan visual, Yongjin Wang dari Universitas Toronto dan Ling Guan dari Ryerson University Toronto telah mengembangkan sistem yang dapat mengenali enam emosi manusia yaitu kegembiraan, kesedihan, kemarahan, ketakutan, terkejut, dan jijik. Sistem ini dapat mengenali emosi dari orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dan bicara dengan bahasa yang berbeda dengan tingkat kesuksesan 82%.

“Komputer yang terpusat pada manusia fokus untuk mengerti manusia, termasuk pengenalan wajah, emosi, bahasa tubuh, kata-kata, gerak dan lainnya,” kata Wang. “Sistem pengenalan emosi membantu komputer untuk mengerti perasaan si pengguna, dan komputer kelak akan merespons menurut persepsi tersebut. Hal tersulit dari membuat aplikasi untuk mendeteksi informasi adalah variasi ekspresi suara dan bahasa yang tergantung dari bahasa, kebudayaan dan kepribadian masing-masing pengguna.”

Estimasi Usia
Sementara sebagian besar manusia dapat dengan mudah menebak apakah seseorang sedang senang atau kecewa, menebak usia hanya dengan melihatnya adalah tantangan yang lebih besar. Insinyur komputer Yun Fu dan Thomas Huang dari Univesitas Illinois telah membuat sistem komputer yang dapat mengetahui usia seseorang berdasarkan fitur wajahnya.

“Usia manusia adalah atribut terpenting yang dapat mengambarkan kondisi seseorang, memberikan informasi antropometrik dan latar belakang social,” kata Fu.

Fu dan Wang tengah mengerjakan sebuah data base dari 1600 gambar wajah, separuh wanita dan separuh lagi pria. Dengan menggunakan penghitungan estimasi usia, mereka telah melatih komputer untuk dapat mengestimasi usia seseorang antara 0 sampai 93 tahun.

Dengan menyatukan faktor kemanusiaan dalam pengunaan komputer, ilmuwan dapat terus membangun jembatan antara teknologi dan manusia – dan pastinya suatu saat kita akan dapat melihat aplikasi futuristik lainnya.
Sumber : http://udaramaya.com/berita/3205/0

Game Dapat Meningkatkan Produktifitas Kerja

Inggris – Studi dari perusahaan game, PopCap Games mengungkap bahwa dengan dilarangnya akses internet untuk hiburan saat kerja, bisnis di Inggris bisa rugi sampai 4 miliar Poundsterling akibat menurunnya produktivitas. Hal ini karena para pekerja jadi suntuk tidak mendapat hiburan yang cukup.

Sebagai solusinya, PopCap menyarankan adanya waktu istirahat beberapa menit untuk akses hiburan di internet termasuk bermain game online yang ringan. Dalam uji coba PopCap Games, hal ini diklaim terbukti membuat karyawan lebih fokus sekaligus menghilangkan stres saat bekerja.

Namun dengan banyaknya perusahaan di Inggris yang melarang akses internet untuk keperluan hiburan, menurut PopCap hal itu malah bisa berdampak buruk bagi perekonomian Inggris.

Apalagi popularitas situs jejaring sosial, game, kencan maupun situs belanja makin meninggi. Dalam studi ini, sebanyak 57 persen pekerja lebih memilih untuk mengakses internet saat istirahat di kantor daripada minum teh.

“Beristirahat dengan minum teh telah lama jadi budaya di lingkungan kerja Inggris. Namun beristirahat dengan mengakses internet saat ini telah jadi metode paling populer,” ungkap Dr Chamorro-Preumuzic, salah satu peneliti dari Goldsmiths University seperti dikutip detikINET dari IGN, Senin (2/6/2008).

Ia menambahkan, hanya dengan membiarkan para pekerja mengakses internet untuk hiburan akan meningkatkan produktivitas mereka. Namun tampaknya, banyak perusahaan tak menyadari hal ini.

 

Sumber : http://www.digi.net.id/news/1/tahun/2008/bulan/06/tanggal/02/id/30/